Pagelaran Ketoprak


Jalan Ulin Raya RW 12

Menghadirkan Tamu Undangan

  • Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu (Wakil Walikota Semarang)
  • Maryono, SH. (Pak camat)
  • Lurah Jabungan
  • Lurah Pedalangan
  • Lurah Gedawang

Kehadiran Penonton

Dalam rangka :

  • Warga kelurahan Padangsari dan sekitarnya

Judul lakon ketoprak : Lutung Kasarung

  • Melestarikan Budaya dan Memperingati Hari Pahlawan 2019
  • Memberi bantuan dana kelurahan dan hibah dari Walikota Kota Semarang

Jumlah penonton : 200 lebih

Informasi Kerjasama dengan Kota semarang kecamatan banyumanik Kru dari Purwo Budaya.

 

CERITA

Sutradara Bapak Eko Tokoh :

  • Prabu Siliwangi
  • Raden Kamandaka, Lutung Kasarung
  • Pangeran Banyak Cotro
  • Pangeran Banyak Ngampar
  • Pangeran Banyak Blabur
  • Dewi Pamungkas
  • Ki Ajar Winarong
  • Patih Reksonoto
  • Adipati Kanandoho
  • Dewi Ciptoroso
  • Silihwarni
 

“Legenda Raden Kamandaka atau Lutung Kasarung”

     Prabu Siliwangi merupakan Raja Kerajaan Pajajaran yang memiliki 3 orang putra dan 1 orang putri yaitu : Pangeran Banyak Cotro, Pangeran, Banyak Ngampar, Pangeran Banyak Blabur, dan Dewi Pamungkas. Putra Putrinya tersebutlah yang akan melanjutkan tampuk Kerajaan Pajajaran. Raja penerusnya haruslah memiliki sikap yang bijaksana, memiliki ilmu dan wawasan serta memiliki pendamping.     

     Pangeran banyak cotro yang dipilih oleh prabu siliwangi dan kemudian pangeran banyak cotro yang belum mempunyai pendamping melakukan perjalanan mencarinya. Tujuan pertamanya adalah ke daerah Tangkuban Perahu untuk menemui seorang resi yang bernama Ki Ajar Winarong untuk belajar dan meminta wejangan. Selanjutnya atas perintah Ki Ajar Winarong Pangeran Banyak Cotro menyamar menjadi seorang rakyat biasa yang bernama Raden Kamandaka. Sesampainya pada tujuan kedua di Kabupaten Pasir Luhur, Raden Kamandaka bertemu dengan Patih Reksonoto. Karena halus budinya dan tampan serta gagah akhirnya diangkatlah Raden Kamandaka oleh Patih Reksonoto.

     Suatu hari Patih Reksonoto mendapat undangan menghadiri pesta menangkap ikan di kali Logawa oleh Adipati Kanandoho dan dengan diam diam Raden Kamandaka mengikuti ayahnya pergi menghadiri undangan tersebut. Disana ia bertemu dengan Dewi Ciptoroso dan menyukai putri tersebut. Namun kisah mereka tidak disetujui oleh Adipati Kanandoho. Akhirnya Adipati Kanandoho mempersiapkan anak buahnya dan Silihwarni untuk menangkap Raden Kamandaka. Ternyata Silihwarni adalah Pangeran Banyak Ngampar adik bungsu Pangeran Kamandaka untuk menolong kakaknya itu. Sementara itu, Raden Kamandaka bertapa didalam gua memohon petunjuk kepada Tuhan. Dan pada suatu malam dia bermimpi mendapatkan sebuah pakaian “kera” dari seorang kyai berbaju putih dan berubah menjadi seekor kera. Singkat cerita, suatu hari Prabu Pule Bahas dari Nusa Kambangan meminang Dewi Citoroso dan kemudian diterima. Akhirnya hari pernikahan itu tiba. Pada saat itu Prabu Pule Bahas mendapat kesempatan untuk memukul Raden Kamandaka. Kera jelmaan Raden Kamandaka balik menyerang dan terjadi pertarungan sengit yang dimenangkan oleh Raden Kamandaka. Kera tersebut kemudian kembali menjadi Raden Kamandaka. Akhirnya Raden Kamandaka menikah dengan Dewi Ciptoroso dan menetap di Pasir Luhur.